TUGAS METODOLOGI PENELITIAN PART 2
Metodologi Penelitian
" Pola Tidur Dalam Olahraga Futsal "
Metodologi Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan Data dengan Tujuan dan Kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu Rasional, Empiris, dan Sistematis. Rasional merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara yang masuk akal sehingga dapat dijangkau dengan penaaran manusia. Empiris merupakan cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia.Sistematis merupakan proses yang digunakan dalam penelitian itu mengunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan Tujuan, dan Tingkat kealamiahan (Natural Setting ) obyek yang diteliti. Berdasarkan tujuan penelitian terdapat tiga yakni: Penelitian Dasar, Penelitian Pengembangan (R & D) Penelitian Terapan. Berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian terdapat tiga yakni: Penelitian Eksperimen, Penelitian Survey, Penelitian Naturalistik.
1. Deskripsi Pola Tidur
Pola tidur mempunyai pengertian sebagai
komponen dalam segi kesadaran yang mana akan terjadi oleh tubuh yang sesuai dengan kurun waktu tertentu untuk melakukan istirahat (Widiyanto, 2016).
Menurut Nugraha dkk (2019) tidur
memiliki maksud yakni sebagai salah satu cara istirahat hanya ingin menghilangkan rasa capek dalam diri seseorang serta dapat mengurangi
rasa lelah yang berlebihan.
Menurut Sulistia
dkk (2018) kebutuhan tidur setiap orang yang baik sangat penting dan akan memberikan dampak positif terhadap sesorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Setiap orang agar dapat mengetahui
ukuran tidurnya yakni dengan cara mengetahui periode atau hari selama dalam tidurnya, lama seseorang memerlukan tidur, durasi tidurnya
dan waktu tidur setiap orang (Besedovsky et al.,
2019).Karena dengan adanya banyak gangguan yang terjadi pada saat siang hari maka pola tidur yang dilakukan pada siang hari
tidak senyaman tidur yang dilakukan pada saat
malam hari (Rahmawati, 2020).
Seseorang memiliki kebutuhan tidur pada saat malam hari tidak hanya untuk menjauhkan dari lingkungan yang sangat
mengganggu, akan tetapi dapat memberikan suatu kebutuhan setiap orang untuk dapat beristirahat serta menyimpan tenaga untuk melakukan aktivitas kembali (Widiyanto, 2016).
Menurut Nedelec et al (2018) suatu aktivitas yang sangat padat tanpa adanya kontrol dapat mempengaruhi waktu tidur
sehingga banyak faktor yang dapat mempengaruhi waktu tidur atlet baik dari segi psikologi, media teknologi, fisiologi serta faktor yang terjadi di lingkungan sekitar yang imengganggu kenyamanan dalam tidurnya.
Menurut Samuels & Alexander (2019) atlet yang berusia 18 tahun ke atas mempunyai durasi tidur selama 8-10 jam dalam sehari serta atlet yang melakukan tidur pada siang hari harus dibatasi minimal 30 menit sampai maksimal 60 menit sehingga tidur yang dilakukan pada siang hari dengan waktu yang sudah ditentukan tidak mengganggu waktu tidur pada saat malam hari.
Menurut Hastuti dkk (2019) waktu tidur yang telah ditentukan dengan baik akan memperoleh
kualitas tidur baik tanpa adanya gangguan dalam tidurnya baik siang hari maupun malam hari.
Dan menurut Mashudi (2020) kualitas
tidur yang tidak dilakukan dengan baik akan berdampak negatif yang akan merugikan pada diri sendiri. Seringkali pada saat tidur dapat di pengaruhi oleh rasa cemas yang berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan yang dialami setiap orang dalam tidurnya (Fariska & Rumiati, 2017).
Widiyanto (2016) menyatakan pola tidur
memiliki pengertian sebagai komponen perubahan kesadaran yang akan terjadi sesuai kurun waktu tertentu oleh tubuh untuk beristirahat.
Pancotto dkk (2019) menyatakan pola tidur yang tidak teratur dalam menentukan waktu tidur akan berakibat pada kondisi tubuh yang tidak baik, akan tetapi pola tidur yang yang dilakukan dengan teratur maka kondisi tubuh akan terjaga dengan baik.
Menurut Saputra dkk (2019) tidur
menjadi salah satu proses kebutuhan manusia untuk melakukan pemulihan kondisi tubuh serta menghilangkan rasa lelah yang berlebihan
Menurut Fitria & Aisyah (2020) setiap orang dapat mengalami resiko banyak tidur dan kurang tidur dapat berisiko pada kondisi badan dan muda terjangkit penyakit seperti irama jantung yang terganggu, diabetes, hipertensi maupun kesehatan yang tidak baik.
Menurut Widiyanto (2016) menyatakan
bahwasanya tidur yang dilakukan dengan kualitas dan kuantitas tidur yang baik akan memperoleh efek yang segar saat melakukan aktivitas di pagi hari dengan durasi tidur yang sesuai dengan umur dan dapat dikatakan sebagai tidur yang ideal
Menurut Kusumawardhana & Pratama
(2018) pada saat malam hari atlet tidak diperbolehkan tidur melebihi pukul 10 malam.
2. Deskripsi Olahraga Futsal
Pertandingan futsal yaitu permainan
yang membutuhkan tenaga dengan fisik yang kuat agar dapat meraih hasil yang diinginkan (Saputra dkk., 2019). Pada saat pertandingan
salah satu untuk mencapai prestasi yang di
inginkan tentunya pemain harus memiliki performa yang baik (Maulana dkk., 2019).
Pada saat pertandingan atlet futsal
diharuskan mempunyai fisik yang kuat agar dalam menjalankan pertandingan dapat dilakukan dengan baik dan maksimal (Saputra dkk., 2019).
Komentar
Posting Komentar