TUGAS METODOLOGI PENELITIAN SATU.
Nama : Isna Muthi' Atus Salmah
NIM : 20060484016
Kelas : 2020 A
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian
Prodi : Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya
Metodologi Penelitian
` Metodologi Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan Data dengan Tujuan dan Kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu Rasional, Empiris, dan Sistematis. Rasional merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara yang masuk akal sehingga dapat dijangkau dengan penaaran manusia. Empiris merupakan cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia.Sistematis merupakan proses yang digunakan dalam penelitian itu mengunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan Tujuan, dan Tingkat kealamiahan (Natural Setting ) obyek yang diteliti. Berdasarkan tujuan penelitian terdapat tiga yakni: Penelitian Dasar, Penelitian Pengembangan (R & D) Penelitian Terapan. Berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian terdapat tiga yakni: Penelitian Eksperimen, Penelitian Survey, Penelitian Naturalistik.
Contoh:
1. Pengalaman saya adalah selalu diberi instruksi bahwa tidak boleh tidur terlarut malam apabila keesokan harinya ada jadwal pertandingan, karena hal ini selalu berdampak performa atlet akan menurun, oleh sebab itu saya memilih untuk Menganalisis Pengaruh Pola Tidur Terhadap Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 Sidayu Gresik
2. Dari pengalaman yang teman saya alami adalah setiap malam sebelum pertandingan selalu diinstruksi oleh tim pelatih atau management club untuk tidur sebelum jam 10 malam, karena hal ini dapat berdampak pada performa atlet futsal.
3. Hasil Dari Jurnal yang sesuai dengan konteks masalah atau rumusan masalah
A. Analisis Pola Tidur Tim Futsal Putri Kartini Yuk Lamongan Di Masa Covid-19
1.1 Profil Subjek Tim Futsal Kartini Yuk Lamongan
1.2 Hasil Dari Skor Global Responden 1.3 Presentase Lima Aspek Pola Tidur
1.4 Persentase Lima Aspek Pola Tidur
B. Analisis Pola Tidur Tim Elit Futsal Menuju PON Papua Di Masa Pandemi Covid-19
1.1 Profil Subjek Tim Futsal PON Jawa Timur
1.2 Hasil Dari Skor Global Responden
1.3 Presentase Lima Aspek Pola Tidur
1.4 Hasil Data Persentase Waktu Tidur Tim Futsal PON Jawa Timur
4. Hasil dan Pembahasan yang dikutip dari jurnal beserta daftar pustaka
A. Jurnal Kesehatan Olahraga, Analisis Pola Tidur Tim Futsal Putri Kartini Yuk Lamongan Di Masa Covid-19 oleh Moch. Abdul Muis, Mokhamad Nur Bawono yang dipublish pada bulan April 2022
Hasil kutipan dari penelitian tersebut adalah :
Futsal merupakan aktivitas permainan invasi(invasiongames) beregu yang dimainkan lima lawan lima orang dalam durasi waktu tertentu. Penelitian ini di lakukan Tim futsalputri Kartini Yuk Lamongan berjumlah 14 atlet berlatih pada hari sabtu dan senin di GOR Lamongan dengan rata-rata atlet berusia 15 sampai 17 tahun.Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab permasalahan penerapan pola tidur dan waktu tidur yang dilakukan oleh atlet Futsal Kartini Yuk Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif.
Jika atlet yang memiliki pola atau kualitas tidur yang tidak baik dapat berdampak pada psikologi dan fisik yang dimiliki oleh atlet serta dapat mengganggu kinerja motorik dan dapat mengakibatkan resiko yang sangat tinggi dan sebaliknya jika atlet mempunyai pola tidur yang baik dapat meningkatkan performa dan kualitas fisik yang baik kepada atlet (Lee & HS Lam, 2017). Kualitas tidur seseorang dapat dilihat dari bagaimana atlet mempersiapkan pola tidurnya yang baik pada saat malam hari. sehingga dalam kualitas tidur seseorang “mempunyai energi positif pada saat pagi hari dan tidak mengeluh terhadap tidurnya”(Imardiani dkk., 2019).
Menurut Samuels & Alexander (2019) pemain atau atlet yang berusia 15 tahun ke atas mempunyai durasi tidur selama 8-10 jam dalam sehari serta atlet yang melakukan tidur pada siang hari minimal 30 menit sampai maksimal 60 menit sehingga tidur yang dilakukan pada siang tidak mengurangi atau mengganggu waktu tidur pada waktu malam hari. Menurut Hastuti dkk (2019) Untuk memperoleh kualitas tidur yang baik tanpa adanya gangguan dalam tidurnya baik siang hari maupun malam hari perlu di lakukan penentuan waktu tidur.
Dan menurut Mashudi (2020) kualitas tidur memiliki dampak yang kurang baik apabila dilakukan dalam waktu yang terlalu lama karena mengganggu kesehatan yang ada pada tubuh atlet yang bisa merugikan diri sendiri.
Berdasarkan hasil data persentase kualitas tidur tim futsal Pon Jawa timur yang dapat diketahui hasil dari penelitian menggunakan angket “Athletes Sleep Behaviour Quesstionnaire” dengan skor global 541, dalam hal ini dapat dibuktikan bahwasanya pola tidur yang berkualitas pada tim futsal putri kartini Yuk Lamongan termasuk dalam kategori cukup baik. Tentunya pemain futsalputri kartini Yuk Lamongan harus terus meningkatkan pola tidurnya agar mendapatkan pola tidur yang berkualitas. Sehingga mendapatkan kapasitas dan performa yang maksimal saat berlatih maupun saat bertanding di lapangan. Atlet juga harus memperhatikan 5 aspek komponen pola tidur agar menjadikan seorang atlet dengan kondisi baik.
Aspek-aspek pola tidur atlet yang dapat mempengaruhi kualitas tidur anatara lain:
1. Aspek Psikologi terkait dengan perasaan terhadap dirinya
2. Aspek Waktu Tidur terkait dengan durasi tidur
3. Aspek Lingkungan terkait dengan suasana serta kondisi setiap individu
4. Aspek Nutrisi terkait dengan minuman serta makanan yang di konsumsi oleh setiap individu
5. Aspek Latihan terkait dengan waktu latihan
Dari hasil persentase tersebut dapat membuktikan bahwasanya kondisi psikologi pemain mempunyai hasil persentase yang tinggi dari keempat aspek pola tidur, maka aspek psikologi sangat penting untuk diperhatikan agar dapat membantu untuk meningkatkan kondisi fisik yang prima pada saat pertandingan
Dari hasil penelitian waktu tidur atlet futsal kartini Yuk Lamongan, Menyatakan bahwasanya kualitas tidur yang baik akan berdampak positif untuk kegiatan aktivitas sehari hari. Widiyanto (2016)
Dalam penelitian ini aspek kualitas tidur seseorang yang sesuai usia lebih di perkuat dan di pertegas salam penelitian yang di lakukan oleh Samuels & Alexander (2019) merekomendasikan tidur atlet sesuai dengan usia berikut ini
1. Mulai aktif antara laki-laki dan perempuan usia 0-6 tahun memiliki jumlah tidur 13-16 jam.
2. Fundamental atau dasar anatara laki-laki yang usia 6-9 tahun dan perempuan yang usia 6-8 tahun memiliki jumlah tidur 10-11 jam.
3. Belajar untuk latihan antara laki-laki yang usia 9-12 tahun dan perempuan yang usia 8-11 tahun memiliki jumlah tidur 9,5-10 jam.
4. Berlatih untuk latihan antara laki-laki yang usia 12- 16 tahun dan perempuan usia yang 11-15 tahun memiliki jumlah tidur 9 jam. Berlatih untuk kompetisi antara laki-laki yang usia 16-23 tahun dan perempuan yang usia 15-21 tahun memiliki jumlah tidur 8-10 jam
5. Berlatih untuk menang antara laki-laki yang usia 19 tahun ke atas dan perempuan yang usia 18 tahun ke atas memiliki jumlah tidur 8-10 jam.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tim Futsal Kartini Yuk Lamongan memperoleh hasil yang cukup sehingga masih perlu meningkatkan kualitas tidur untuk mendapatkan hasil yang baik, dengan menerapkan rekomendasi tidur atlet yang sesuai dengan umur 14-17 tahun yakni dengan jumlah waktu tidur 8-10 jam. dari penelitian tersebut pola tidur atlet sangat berpengaruh untuk menunjang performa setiap atlet agar mendapatkan hasil yang maksimal.
B. Journal Of Sport Sciences And Fitness, Analisis Pola Tidur Tim Elit Futsal Menuju PON Papua Di Masa Pandemi Covid-19 oleh Mohammad As'ad Amin, Kunjung Ashadi' yang di publish pada bulan Juli 2021
Hasil kutipan dari penelitian tersebut adalah :
Pertandingan futsal yaitu permainan yang membutuhkan tenaga dengan fisik yang kuat agar dapat meraih hasil yang diinginkan (Saputra dkk., 2019). Pada saat pertandingan salah satu untuk mencapai prestasi yang di inginkan tentunya pemain harus memiliki performa yang baik (Maulana dkk., 2019).
Menurut Samuels & Alexander (2019) atlet yang berusia 18 tahun ke atas mempunyai durasi tidur selama 8-10 jam dalam sehari serta atlet yang melakukan tidur pada siang hari harus dibatasi minimal 30 menit sampai maksimal 60 menit sehingga tidur yang dilakukan pada siang hari dengan waktu yang sudah ditentukan tidak mengganggu waktu tidur pada saat malam hari
Menurut Mashudi (2020) kualitas tidur yang tidak dilakukan dengan baik akan berdampak negatif yang akan merugikan pada diri sendiri. Seringkali pada saat tidur dapat di pengaruhi oleh rasa cemas yang berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan yang dialami setiap orang dalam tidurnya (Fariska & Rumiati, 2017).
Menurut (Nugraha dkk., 2019) tidur menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa lelah dengan mengembalikan stamina dalam tubuh agar dapat menjalankan ativitas dengan optimal. adapun kulitas tidur dapat dipengaruhi dari berbagai faktor antara lain gaya hidup, motivasi, usia, kelelahan, stress, psikologi, obat, lingkungan, penyakit. Kurangnya kualitas tidur dapat berpengaruh kepada penurunan kinerja fisik, kebutuhan sosial, bahkan kematian (Novthalia dkk., 2020).
Tujuan penelitian ini untuk menjawab permasalahan penerapan pola tidur serta waktu tidur yang dilakukan oleh pemain futsal tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik analisis data menggunakan persentase, mean, standard deviasi.
Hasil penelitian pola tidur pemain Futsal Pon Jawa Timur dengan menggunakan angket Athletes Sleep Behaviour Quistionnaire dengan hasil rata-rata 39 dengan skor global 549 dengan hasil persentase kualitas tidur 57%. Hal ini membuktikan bahwasanya pemain Futsal Pon Jawa Timur memiliki pola tidur yang cukup baik.
Hasil penelitian waktu tidur malam hari pemain Futsal Pon Jawa Timur dengan hasil persentase 100% dengan kualitas tidur malam hari 51% . Hal ini membuktikan bahwasanya pemain Futsal Pon Jawa Timur termasuk dalam kategori waktu tidur malam hari yang cukup baik.
Hasil penelitian waktu tidur siang hari pemain Futsal Pon Jawa Timur dengan hasil persentase 100% dengan kualitas tidur siang hari 59%. Dalam hal ini dapat membuktikan bahwasannya pemain Futsal Pon Jawa Timur termasuk dalam kategori waktu tidur siang hari yang cukup baik.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa pola tidur pada atlet sangat mempengaruhi performa pada atlet tersebut, dengan mengatur pola tidur siang dan malam yang cukup dapat meningkatkan performa pada masing masing atlet. Menurut Samuels & Alexander (2019) atlet dengan usia 16 tahun ke atas memiliki durasi tidur yang baik antara 8-10 jam dalam sehari serta tidur siang dilakukan dengan durasi 30-60 menit.
Komentar
Posting Komentar