PENGARUH POLA TIDUR TERHADAP TIM FUTSAL PUTRI SMA NEGERI 1 SIDAYU GRESIK
PENGARUH POLA TIDUR TERHADAP TIM FUTSAL PUTRI SMA NEGERI 1 SIDAYU GRESIK
Dosen
Pengampu
Dr. Or. Purbodjati, M.S.,
Dr. Achmad
Widodo, M.Kes.
Yetty
Septiani Mustar, S.KM., M.P.H.
Oleh
ISNA MUTHI’ ATUS SALMAH NIM 20060484016
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU OLAHRAGA
PRODI S-1 ILMU KEOLAHRAGAAN
JURUSAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN REKREASI
2022
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
(Menurut Nugraha dkk., 2019) Pola tidur
adalah salah satu cara tubuh untuk beristirahat, untuk menghilangkan rasa
lelah, melakukan istirahat yang benar dan baik sangat disarankan agar tubuh
mengalami proses pemulihan dengan lebih cepat
sehingga terdapat enery agar tubuh dapat bekerja dengan baik dan
maksimal. Kebutuhan tidur menjadi sangat penting karena dapat memberikan suatu
manfaat untuk para atlet dalam melakukan kegiatan sehari-hari (Sulistia dkk.,
2018).
Untuk dapat mengetahui seberapa kebutuhan
porsi tidur dapat dilakukan dengan cara mengetahui lama seseorang memerlukan
tidur, durasi tidur setiap orangnya (Besedovsky
et al., 2019). Tidur pada siang hari dengan tidur pada malam hari lebih
efektif tidur pada malam hari karena tidur pada saat siang hari terdapat banyak
gangguan tidak seperti idur pada saat malam yang terasa lebih nyaman dan
efektif (Rahmawati., 2020).
Kekurangan waktu untuk tidur dapat
menyebabkan menurunnya system imunitas didalam tubuh yang dapat membuat
seseorang dengan mudah untuk terjangkit penyakit (Besedovsky et al., 2019).
Menurut Samuels & Alexander (2019) seorang atlet yang berusia 15 tahun
ke-atas mempunyai durasi tidur malam selama 8-10 jam dalam sehari dan mempunyai
durasi tidur siang selama 30 – 60 menit dalam sehari.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan pola tidur ?
2. Apakah pola
tidur berpengaruh pada performa atlet Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 Sidayu Gresik ?
3. Factor apa
saja yang mempengaruhi kualitas tidur pada Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 Sidayu Gresik ?
4. Bagaimana
1.3 Tujuan
Penyusunan
1.
Untuk mengetahui atau informasi
tentang apa itu pola tidur
2.
Untuk mengetahui pengaruh pola
tidur untuk atlet Tim Futsal Putri SMA Negeri
1 Sidayu Gresik
3.
Untuk Mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas tidur pada Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 Sidayu Gresik
4.
Untuk menjawab permasalahan
penerapan pola tidur dan waktu tidur yang dilakukan oleh Tim Futsal Putri SMA
Negeri 1 Sidayu Gresik
1.4 Manfaat
Penelitian
1. Untuk dapat
mengevaluasi Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 SIdayu Gresik dalam menjaga pola
tidur yang baik dan sesuai dengan prosedur
Dikarenakan
sangat luasnya aspek yang diteliti, kami memberi batasan untuk penelitian, dan
batasan itu hanya mengenai :
1. Sebanyak
12 Anggota Futsal Putri SMA Negeri 1 Sidayu Gresik
2.
Metode penelitian dilakukan
secara kuantitatif Deskriptif
1.6 Asumsi
Asumsi dari penelitian yaitu sampel yang diambil sebanyak 12
atlet untuk mengikuti penelitian ini. Dengan melakukan pola tidur sesuai dengan
prosedur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan adanya penelitian ini
diharapkan bisa mendapatkan hasil bahwa
pola tidur berpengaruh terhadap Tim Futsal
SMA Negeri 1 Sidayu Gresik.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1
Pengertian Pola Tidur
(Menurut Nugraha
dkk., 2019) Pola tidur adalah salah satu cara tubuh untuk beristirahat, untuk menghilangkan
rasa lelah, melakukan istirahat yang benar dan baik sangat disarankan agar
tubuh mengalami proses pemulihan dengan lebih cepat sehingga terdapat enery agar tubuh dapat
bekerja dengan baik dan maksimal. Kebutuhan tidur menjadi sangat penting karena
dapat memberikan suatu manfaat untuk para atlet dalam melakukan kegiatan
sehari-hari (Sulistia dkk., 2018).
Untuk dapat
mengetahui seberapa kebutuhan porsi tidur dapat dilakukan dengan cara
mengetahui lama seseorang memerlukan tidur, durasi tidur setiap orangnya
(Besedovsky et al., 2019). Tidur pada
siang hari dengan tidur pada malam hari lebih efektif tidur pada malam hari karena
tidur pada saat siang hari terdapat banyak gangguan tidak seperti idur pada
saat malam yang terasa lebih nyaman dan efektif (Rahmawati., 2020).
Kekurangan
waktu untuk tidur dapat menyebabkan menurunnya system imunitas didalam tubuh
yang dapat membuat seseorang dengan mudah untuk terjangkit penyakit (Besedovsky
et al., 2019). Menurut Samuels & Alexander (2019) seorang atlet yang
berusia 15 tahun ke-atas mempunyai durasi tidur malam selama 8-10 jam dalam
sehari dan mempunyai durasi tidur siang selama 30 – 60 menit dalam sehari.
2.1.2
Pengaruh Pola Tidur pada performa
atlet Tim Futsal Putri SMA Negeri 1
Sidayu Gresik
Pertandingan
futsal merupakan suatu permainan yang sangat membutuhkan tenaga, fisik, serta
konsentrasi yang sangat kuat untuk dapat meraih suatu hasil yang baik dan maksimal (Saputra dkk., 2019).
Pemain futsal harus memiliki performa yang baik sehingga dapat memperoleh suatu
hasil yang maksimal (Maulana dkk., 2019).
Menurut
O’donnel & Driller (2017) dalam pertandingan futsal diperlukan adanya
pemulihan dan istirahat yang cukup untuk atlet hal ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengurangi resiko atau kejadian yang tidak diinginkan pada saat
pertandingan. Peran pola tidur dalam pertandingan futsal sangat penting dan
dibutuhkan untuk dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik serta
dapat menjaga performa pada saat bertanding dilapangan (Widiyanto., 2016).
Menurut
Nedelec et al (2018) suatu aktifitas padat yang didalamnya tanpa adanya kontrol
dapat mempengaruhi waktu tidur yang dapat mengganggu dan berdampak untuk atlet,
sehingga terdapat beberapa factor yang mempengaruhi waktu tidur atlet baik
dalam segi psikolog, media teknologi, fisiologi, serta terdapat beberapa factor
dari lingkungan setempat yang dapat memicu kenyamanan dalam tidurnya. Akan
tetapi pada setiap orang terdapat kekurangan waktu tidur yang menyebabkan
menurunnya system imunitas pada tubuh dan dapat mudah terjangkit penyakit
(Besedovsky et al., 2019).
Menurut
Samuels & Alexander (2019) seorang atlet yang berusia 15 tahun ke-atas
mempunyai durasi tidur malam selama 8-10 jam dalam sehari dan mempunyai durasi
tidur siang selama 30 – 60 menit dalam sehari sehingga tidur yang dilakukan
pada siang hari tidak mengurangi atau tidak mengganggu waktu tidur pada malam
hari.
2.1.3
Faktor yang mempengaruhi kualitas
pola tidur pada performa atlet Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 Sidayu Gresik
Untuk dapat
memperoleh kualitas tidur yang baik tanpa adanya gangguan-gangguan didalam
tidurnya baik tidur pada siang hari maupun tidur pada malam hari yaitu dengan menentukan durasi tidur.
Jika terdapat
atlet yang memiliki pola atau kualitas tidur yang tidak baik, maka hal ini
dapat berdampak pada psikologi dan fisik yang dimiliki oleh atlet SMAN 1 Sidayu
Gresik serta dapat mengganggu kinerja motoric dan dapat mengakibatkan resiko
yang sangat tinggi begitupun sebaliknya jika atlet SMAN 1 Sidayu Gresik mempunyai
pola tidur yang baik dapat meningkatkan performa dan kualitas fisik yang baik
kepada atlet (Lee & HS Lam, 2017).
Kualitas
tidur seseorang dapat dilihat dari bagaimana atlet mempersiapkan pola tidurnya
yang baik pada saat malam hari. sehingga dalam kualitas tidur seseorang
“mempunyai energi positif pada saat pagi hari dan tidak mengeluh terhadap
tidurnya”(Imardiani dkk., 2019). Dan menurut Mashudi (2020) kualitas tidur
memiliki dampak yang kurang baik apabila dilakukan dalam waktu yang terlalu
lama karena mengganggu kesehatan yang ada pada tubuh atlet yang bisa merugikan
diri sendiri. Rasa cemas yang berlebihan mengakibatkan gangguan yang dialami
setiap orang dalam tidurnya (Fariska & Rumiati, 2017).
2.2 Penelitian
Yang Relevan
Demi membantu dan melengkapi penelitian ini, peneliti
mencari penelitian-penelitian yang sudah ada dan relevan dengan penelitian ini.
Adapun penelitian-penelitian yang relevan tersebut sebagai berikut:
1.
Penelitian
yang dilakukan oleh Moch.
Abdul Muis, Mokhamad Nur Bawono pada bulan April 2022 dengan judul “ Jurnal Kesehatan Olahraga, Analisis Pola Tidur Tim
Futsal Putri Kartini Yuk Lamongan Di-Masa Covid-19 ”
2.
Penelitian
yang dilakukan oleh Mohammad
As'ad Amin, Kunjung Ashadi' pada bulan Juli 2021 dengan judul “ Journal Of Sport Sciences And Fitness, Analisis Pola
Tidur Tim Elit Futsal Menuju PON Papua Di Masa Pandemi Covid-19 ”
Hasil
yang didapatkan :
Pertandingan
futsal yaitu permainan yang membutuhkan tenaga dengan fisik yang kuat agar
dapat meraih hasil yang diinginkan (Saputra dkk., 2019). Pada saat pertandingan
salah satu untuk mencapai prestasi yang di inginkan tentunya pemain harus
memiliki performa yang baik (Maulana dkk., 2019)
Menurut
Samuels & Alexander (2019) atlet yang berusia 18 tahun ke atas mempunyai
durasi tidur selama 8-10 jam dalam sehari serta atlet yang melakukan tidur pada
siang hari harus dibatasi minimal 30 menit sampai maksimal 60 menit sehingga
tidur yang dilakukan pada siang hari dengan waktu yang sudah ditentukan
tidak mengganggu waktu tidur pada saat malam hari
Menurut
Mashudi (2020) kualitas tidur yang tidak dilakukan dengan baik akan
berdampak negatif yang akan merugikan pada diri sendiri. Seringkali
pada saat tidur dapat di pengaruhi olehrasa cemas yang berlebihan sehingga
mengakibatkan gangguan yang dialami setiap orang dalam tidurnya (Fariska
& Rumiati, 2017).
Menurut
(Nugraha dkk., 2019) tidur menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa
lelah dengan mengembalikan stamina dalam tubuh agar dapat menjalankan
ativitas dengan optimal. adapun kulitas tidur dapat dipengaruhi dari
berbagai faktor antara lain gaya hidup, motivasi, usia, kelelahan, stress,
psikologi, obat, lingkungan, penyakit. Kurangnya kualitas tidur dapat berpengaruh
kepada penurunan kinerja fisik, kebutuhan sosial, bahkan kematian (Novthalia
dkk., 2020).
Tujuan
penelitian ini untuk menjawab permasalahan penerapan pola tidur serta waktu
tidur yang dilakukan oleh pemain futsal tersebut. Jenis penelitian ini adalah
kuantitatif deskriptif.Teknik analisis data menggunakan persentase, mean,
standard deviasi.
Hasil
penelitian pola tidur pemain Futsal Pon Jawa Timur dengan menggunakan angket
Athletes Sleep Behaviour Quistionnaire dengan hasil rata-rata 39 dengan skor
global 549 dengan hasil persentase kualitas tidur 57%. Hal ini membuktikan
bahwasanya pemain Futsal Pon Jawa Timur memiliki pola tidur yang cukup
baik.
Hasil
penelitian waktu tidur malam hari pemain Futsal Pon Jawa Timur dengan
hasil persentase 100% dengan kualitas tidur malam hari 51% . Hal ini
membuktikan bahwasanya pemain Futsal Pon Jawa Timur termasuk dalam
kategori waktu tidur malam hari yang cukup baik.
Hasil
penelitian waktu tidur siang hari pemain Futsal Pon Jawa Timur dengan
hasilpersentase 100% dengan kualitas tidur siang hari 59%. Dalam hal ini dapat
membuktikan bahwasannya pemain Futsal Pon Jawa Timur termasuk dalam
kategori waktu tidur siang hari yang cukup baik.
Hal
ini dapat disimpulkan bahwa pola tidur pada atlet sangat mempengaruhi performa
pada atlet tersebut, dengan mengatur pola tidur siang dan malam yang cukup
dapat meningkatkan performa pada masing masing atlet. Menurut Samuels &
Alexander (2019) atlet dengan usia 16 tahun ke atas memiliki durasi tidur
yang baik antara 8-10 jam dalam sehari serta tidur siang dilakukan dengan
durasi 30-60 menit.
2.3 Kerangka
Berpikir
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan
Rancangan Penelitian
3.1.1
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan deskriptif
kuantitatif. Pendekatan deskriptif yaitu suatu pendekatan dengan tujuan untuk
menjelaskan suatu peristiwa yang mana akan terjadi dan keadaan yang masa lalu
(Febrianto, 2017). Dalam hal ini penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti
pola tidur dan waktu tidur atlet Tim Futsal Putri SMA Negeri 1 SIdayu Gresik
Metode deskriptif merupakan
jenis penelitian yang digunakan untuk menyampaikan fakta dengan memberi
penjelasan dari apa yang dilihat, diperoleh hingga dialami dan dirasakan.
Peneliti cukup menuliskan atau melaporkan hasil laporan berupa pandangan mata
mereka. Dalam hal ini penulis atau peneliti hanya cukup menggambarkan objek
yang sedang diteliti tanpa rekayasa.
Sasaran penelitian ini adalah atlet Tim
Futsal Putri SMA Negeri 1 SIdayu Gresik yang berjumlah 12 orang dengan rentang
usia 15-17 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling karena
jumlah sampel peneliti yang digunakan adalah jumlah total dari populasi.
3.1.2
Desain Penelitian
Desain penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan (Action Research). Stringer (1996: 15) mendefinisikan penelitian tindakan
sebagai pendekatan kolaboratif untuk menyelidiki, menelaah atau mengkaji dan menemukan
sesuatu, yang memungkinkan orang menggunakan tindakan tindakan yang sistematis
untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Klarifikasi definisi yang dikemukakan
Stringer dapat kita temukan pada definisi yang dipaparkan oleh Rochman
Natawidjaja (1997: 2) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah
pengkajian terhadap suatu permasalahan dengan ruang lingkung yang tidak terlalu
luas yang berkaitan dengan suatu perilaku seseorang atau sekelompok orang
teretentu di lokasi tertentu, disertai dengan penelaahan yang teliti terhadap
suatu perlakuan tertentu dan mengkaji sampai sejauh mana dampak perlakuan itu
trhadap yang sedang diteliti.
Rochman menyatakan bahwa
pengkajian dilaksanakan sebagai upaya mengubah, memperbaiki, meningkatkan mutu
perilaku atau menghilangkan aspek-aspek negatif dari perilaku yang sedang
diteliti. Penelitian tindakan merupakan pengkajian terhadap permasalahan
yang bersifat praktis, situasional dan kontekstual, sehingga dapat
ditetapkan tindakan spesifik yang tepat untuk memecahkan permasalahan secara
kolaboratif antara peneliti dan subyek penelitian melalui proses penilaian
diri.
Definisi
komprehensif tentang penelitian tindakan dipaparkan oleh Carr & Kemmis
(dalam Rochman, 1997: 2) sebagai bentuk penelaahan atau inkuiri melalui refleksi
diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan termasuk di dalamnya guru,
siswa atau kepala sekolah dalam suatu siyuasi sosial untuk memperbaiki
rasionalitas dan kebenaran serta keabsahan dari praktik-praktik sosial
(kependidikan) yang mereka lakukan sendiri, pemahaman tentang praktik serta
situasi kelembagaan tempat praktik dilaksanakan. Dengan kata penelitian
tindakan merupakan upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis
yang dihadapi di lapangan.
Proses
penelaahan dalam penelitian tindakan berada dalam seting nilai sosial dengan
karakteristik demokratis dalam arti memungkinkan semua orang berpartisipasi
dalam penelitian, wajar atau pantas dalam arti menghargai individu secara
wajar, kebebasan dalam arti mengembangkan kemerdekaan atau kebebasan dari
berbagai kondisi yang menekan dan meningkatkan kehidupan dalam arti
memungkinkan individu untuk mengekspresikan potensi secara penuh. Berdasarkan
uraian yang telah disampaikan maka, dapat dipahami bahwa penelitian tindakan
merupakan penelitian yang mengujikan tindakan pada sebuah dinamika sosial
(seperti: pendidikan) untuk meningkatkan potensi dari dinamika tersebut atau
mengurangi hal negatif dari dinamika tersebut.
3.1.3
Sumber data penelitian
Data penelitian ini bersumber dari :
1. Lokasi
penelitian
Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Sidayu Gresik
2. Populasi
Menurut
Margono (2017) Populasi adalah keseluruhan data yang menjadi pusat perhatian
seorang peneliti dalam ruang lingkup dan waktu yang ditentukan. Populasi
berkaitan dengan data-data, jika seorang manusia memberikan suatu data, maka
ukuran atau banyaknya populasi akan sama banyaknya manusia. Populasi dari
penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 12 orang.
3.1.4
Teknik pengambilan data
Teknik pengambilan data dalam penelitian ini
dilaksanakan dengan secara luring dengan melakukan pengambilan data di SMA
Negeri 1 Sidayu Gresik. Prosedur pengambilan data dalam penelitian ini yakni
dengan membagikan kuisioner pola tidur dan waktu tidur yang sudah di validasi
oleh ahli dan layak untuk digunakan dalam penelitian serta dibagikan kepada
atlet melalui googl form yang akan diisi oleh pemain dengan pengawasan pelatih
setelah itu diolah dalam bentuk kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik analisis data penelitian ini yaitu
menggunakan presentase, mean (nilai rata-rata) serta standar deviasi dengan
menggunakan Microsoft Exel 2016 untuk olah data.
3.1.5
Instrumen penelitian
Intrumen penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui waktu pola tidur dengan kuisioner skala likert dengan skor terbalik
“athletes sleep behaviour quiestionnaire” (ASBQ) yang diadopsi dari journal
sleep science pada tahun 2018 oleh Driller et al (2018) dengan judul “Development of the Athlete Behaviour
Questionaire A toll for Indentifying Maladaptive Sleep Practices in Elite
Athelete” sehingga dapat diketahui waktu pola tidur yang baik apabila nilai
rata-rata kurang dari 36 dan dapat dikatakan pola tidur tidak baik apabila
nilai lebih dari 42
3.1.6
Prosedur pengumpulan data
Menurut Sugiyono (2018;13) data
kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic (data
konkrit), data penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan
statistik sebagai alat uji penghitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti
untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Pengertian teknik pengumpulan data menurut
Djaman Satori dan Aan Komariah merupakan pengumpulan data dalam penelitian
ilmiah adalah prosedur sistematis untuk memperoleh data yang diperlukan
DAFTAR
PUSTAKA
1. https://penelitianilmiah.com/pengertian-prosedur-penelitian/
2. https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/penelitian-kuantitatif/
3. https://eurekapendidikan.com/desain-penelitian-kualitatif
4. https://penerbitdeepublish.com/desain-penelitian/
5. (Muis & Bawono, 2022)Muis, M. A., & Bawono, M. N. (2022).
Analisa Pola Tidur Tim Futsal Putri Kartini Yuk Lamongan Di Masa Pandemi
Covid-19. Jurnal Kesehatan Olahraga, 10(1), 93–104.
Komentar
Posting Komentar